If ever two were one, then surely we.
If ever man were lov'd by wife, then thee.
If ever wife was happy in a man,
Compare with me, ye women, if you can.
I prize thy love more than whole Mines of gold.
Or all the riches that the East doth hold.
My love is such that Rivers cAnneot quench,
Nor ought but love from thee give recompetence.
Thy love is such I can no way repay.
The heavens reward thee manifold, I pray.
Then while we live, in love let's so persever
That when we live no more, we may live ever.
puisi dari anne bradstreet
Jumat, Desember 14, 2007
Senin, November 19, 2007
Mama
Mama
Ketika senja akan berganti dengan malam
Aku sedih.....
Ketika matahari akan berganti dengan bulan
Aku menangis.......
Ketika terang akan berganti dengan gelap
Aku merintih.......
Mama
Aku tenggelam dalam kesunyianku
Aku lelah berdiri diatas kakiku sendiri
Aku sudah puas dengan airmataku
Mama
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Belailah aku dengan kelembutanmu
Agar aku tak kesepian lagi
Agar aku tidak sendiri lagi
Melewati malam-malam yang panjang
Mama....aku rindu engkau.
Ketika senja akan berganti dengan malam
Aku sedih.....
Ketika matahari akan berganti dengan bulan
Aku menangis.......
Ketika terang akan berganti dengan gelap
Aku merintih.......
Mama
Aku tenggelam dalam kesunyianku
Aku lelah berdiri diatas kakiku sendiri
Aku sudah puas dengan airmataku
Mama
Dekaplah aku dalam pelukanmu
Belailah aku dengan kelembutanmu
Agar aku tak kesepian lagi
Agar aku tidak sendiri lagi
Melewati malam-malam yang panjang
Mama....aku rindu engkau.
Pintaku
Ombak tengggelamkan jiwa ke dalam asmaramu
Tak mampu membendung arus yang terus mengalir
Darahku berpencar, melonjak semakin tinggi
Terbawa jiwa melayang ke alam nirwana
Bawalah jiwa...... pintaku
Tak mampu mengikis gelora yang semakin panas
Terbawa mengikuti dewa, aluran, pesona,lambaianmu
Terbuai sinar ,terkapar tak mampu kepakkan sayap
Terbang……menikmati cakrawala…..jelajahi dunia kita
Jangan palingkan jiwa..... pintaku
Batu-batu kerikil menghalangi jejak tapak
Kehampaan yang pernah ada menggetarkan jiwa
Menghantui langkah-langkahKesepian menerjang jiwa
Biarkan semua itu berlalu………… pintaku
Labels: 9 november 2007
Tak mampu membendung arus yang terus mengalir
Darahku berpencar, melonjak semakin tinggi
Terbawa jiwa melayang ke alam nirwana
Bawalah jiwa...... pintaku
Tak mampu mengikis gelora yang semakin panas
Terbawa mengikuti dewa, aluran, pesona,lambaianmu
Terbuai sinar ,terkapar tak mampu kepakkan sayap
Terbang……menikmati cakrawala…..jelajahi dunia kita
Jangan palingkan jiwa..... pintaku
Batu-batu kerikil menghalangi jejak tapak
Kehampaan yang pernah ada menggetarkan jiwa
Menghantui langkah-langkahKesepian menerjang jiwa
Biarkan semua itu berlalu………… pintaku
Labels: 9 november 2007
Rembulan
Rembulan bawa aku melayang
Menatap bintang -bintang dalam kesenjaan
Terpana dalam pesonamu
Menggugah runtuh hatiku
Menatap bintang -bintang dalam kesenjaan
Terpana dalam pesonamu
Menggugah runtuh hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)